Selasa, 19 Maret 2013 - 11:39:04 WIB
Kapolres anjangsana ke Kelurahan Tugu -Diskusi Masalah criminal dan keamanan
Diposting oleh : admin
Kategori: SERBA SERBI - Dibaca: 671 kali

Kapolres Depok, Kombes Achmad Kartiko, melakukan anjangsana dengan warga di aula RW 16 Kalurahan Tugu,Kecamatan CImanggis, Rabu (6/3) malam.

Acara ini dihadiri oleh anggota DPRD RI Komisi III Harry Witjaksono, kriminologi dari Universitas Indonesia Adrianus Meliala, Pakar hokum Universitas Indonesia Achyar Salmi, Wakil Ketua DPRD kota Depok DR.Prihandoko.MTI,  Lurah Tugu Suryana Yusup, Kapolsek Cimanggis Kompol Firman Andreanto, jajaran LPM FKPM, Ketua RW , RT, PKK, tokoh masyarakat , tokoh agama hingga karang taruna.

Harry mengaku gembira pertemuan tersebut bisa terlaksana karena kepolisian salah satu mitra III.  Selain itu tentunya pertemuanitu dapat menjadi sarana bagi masyarakat  untuk menyampai kan permasalahan tentang keamanan,ketertiban, dan kriminalitas di Wilayah.

“Masalah Kejahatan di jalanan memang cukup menjadi perhatian bagi saya karena masyarakat menginginkan adanya rasa aman saat ke luar rumah dan saat keluar rumah,” ungkapannya Namun demikian lanjutnya, terjadinya kriminalitas tidak serta merta menyalahkan Aparat kepolisian  Dicontohkanya adalah terjadinya pencurian kendaraan bermotor yang terjadi karena pemilik lupa mengunci meskipun memarkirnya di depan rumah. Paling mengancam Masy di ling paling bawah. Lurah Tugu Sebelumnya pernah di bacok. Istri Stafnya dirampok di angkot. Aspirasi di suarakan. Di tingkatkan kinerja kepolisian

“Aparat kepolisian tetap harus meningkatkan kinerjanya dengan lebih sering melaksanakan patrol, sehingga dapat menurunkan syahwat dari para pelaku aksi kejahatan di lapangan dinilai sudah sangat mengkhawatirkan dan semakin nekat. Bahkan ada di antaranya terjadi di dekat pos polisi dan kendaraan umum. Kapolres Depok, Kombes Achmad Kartiko, menyampaikan kondisi di Depok terbilang cukup baik karena mudah di jangkau dengan kendaraan misalnya sepedah motor.

Depok saat ini memiliki 1,590 personil, 7 polsek dan anggaran Rp6,2 miliar/tahun. Idealnya di setiap kecamatan memiliki polsek tandasnya Untuk lebih meningkatkan keamanan masyarakat pihaknya ingin membangkitkan dan memberdayakan pospol. Bangunan bagus tapi polisinya Cuma dua. Pemberdayaan ini menjadikan pospol sebagai tempat berkumpulnya FKPM dan Pokdar. Setiap bulan bisa bertemu dan membicarakan masalah keamanan dan menyaksikan permasalahan yang tidak perlu di bawa ke ranah kepolisian imbuhnya.

Untuk mencegah terjadinya kejahatan lanjutnya, diperlukan peran babinkamtibmas sebagai ujung tombak Karena itu, babinkamtibmas diwajibkan setiap harinya menyambangi lima warga.

Dalam kunjunganya, petugas bisa berdialog menyampaikan imbauan kamtibmas hingga mencari solusi penanganan kejahatan Pungkasnya .

( Monitor Depok 8 Maret 2013 )




1 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)