Rabu, 06 Februari 2013 - 10:16:53 WIB
Pembangunan di Depok bermasalah
Diposting oleh : admin
Kategori: SEPUTAR KOTA DEPOK - Dibaca: 1005 kali

Seiring kemajuan pembangunan di Kota Depok yang begitu pesat, ternyata berimbas pada bartambahnya jumlah penduduk tempat tinggal. Kondisi ini tentunya akan memunculkan permasalahan social. Seperti, bencana alam banjir dan longsor yang belakangan ini terjadi. Kondisi ini di akibatkan penataan kota dan pembangunan yang bermasalah.

            Karna itu, Pemkot Depok akan melakukan pengawasan secara ketat kepada setiap pelaku usaha, terutama pengembang perumahan.

            Hal ini tentu sejalan dengan visi program Rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) pemkot depok, yang ingin menjadikan kota ini sebagai tempat hunian dan jasa yang religious serta barwawasan lingkungan.

            “bias saya katakana bahwa pembangunan di kota ini bermasalah. Akibat penataan kotanya yang kurang terencana terutamanya. Bias kita lihat sekarang bencana terjadi dimana-mana. Seperti, longsor dan banjir. Penataan kota harus mengacu pada perundang undangan yang ada. Jangan main bangun seenaknya,” tegas wakil walikota Depok Idris Abdul Shomamd .

            Pernyataan tersebut dilontarkan Idris saat manyampaikan sambutan peresmian CPM solusi rumah Holcim yang beralamat di jalan kampung sawah, kelurahan jatimulya, cilodong, kkemarin.

            Ia mengatakan, disini lah tugas dan peran dari setiap pelaku usaha (pengembang) untuk mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku. Pengawasan yang akan di lakukan pemkot Depok, sambung Idris, dalam pembuatan izin upaya pengelolaan lingkungan hidup (UPL).

            “Pengusaha dan pengembang harus melakukan apa yang telah menjadi visi didalam RPJP. Karna selama ini permasalahan dilapangan akibat tidak profesionalnya pembangunan, baik yang di bangun pengembang maupun warga. Hal ini yang harus jadi perhatian kita semua,” paparnya.

            Idris malanjutkan, saat pemkot Depok mengeluarkan peraturan daerah (perda) tentang rencana tataruang wilayah (RT/RW), sempat terjadi pertengkaran antara regislatif (DPRD), aksekutif (pemkot Depok), maupun perdebatan yang ada di masyarakat.

Ini wajib kita pikirkan bersama. Nantinya aka nada win-win Solution, dan menjadikan kota ini sebagai tempat hunian dan jasa yang religious serta berwawasan lingkungan,” jelasnya.

Senada di sampaikan Ketua Komisi C DPRD Kota Depok Hj Enthy Sukarti. Komisi C yang membidangi pembidangan, katanya, akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap pembangunan. Hal tersebut agar kedepan tidak ada permasalahan yang dapat merugikan siapapun. “kami juga ingin agar kota ini nyaman untuk di singgahi. Karna itu menjadi tanggung jawab kita semua.

Dalam kesempatan itu, politikus partai amanat national (PAN) ini mengapresiasa adanya CPM solusi rumah Holcim selain di harapkan bias membantu memberdayakan ekonomi lokal, CPM solusi rumah Holcim harus menjadi ganda tedepan sebagai pelaku usaha yang taat kepada aturan Kota Depok.

“Karna CPM solusi rumah Holcim ini bergarak di bidang bangunan, yang harus jadi yang terdepan membuat pembangunan infrastruktur di kota ini senyaman mungkin,” tambahnya.

Peresmian tersebut dihadiri Comercial Director PT Holcim Indonesia Tbk Jan Kunigk, Owner PT CPM Anugrah Depok H Bardiansyah, Manajer Solusi Rumah Holcim Peterson Siringoringu, Camay Cilodong Marjaya, Lurah Jatimulya Sumarna, dan ramil Sukmaja Kapten (Inf) Warto, Kapolsek Sukmajaya Kompol Fitria Mega, dan Babinsa Jatimulya Serma Bedjo.(ram) Depok ekspress,17 Januari 2013 




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)